PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSYANDU DALAM DETEKSI DINI TANDA BAHAYA KEHAMILAN

Authors

  • Ulin Nafiah Universitas Safin Pati Author
  • Dwi Puji Susanti Universitas Safin Pati Author
  • Zuly Daima Ulfa Universitas Palangka Raya Author
  • Amin Fatayati Universitas Safin Pati Author

DOI:

https://doi.org/10.34310/

Abstract

Abstrak

Angka kematian ibu (AKI) masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan. Menurut World Health Organization, 2020 terdapat sekitar 287.000 kematian ibu akibat komplikasi kehamilan dan persalinan. Di Indonesia AKI tercatat sebesar 220 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2023, masih jauh dari target RPJMN sebesar 183 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2024. Salah satu faktor utama penyebab kematian ibu adalah keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya kehamilan. Padahal, deteksi dini terhadap risiko kehamilan dapat mencegah komplikasi yang berujung pada kematian ibu maupun bayi. Oleh karena itu, pemerintah mendorong peran kader Posyandu sebagai ujung tombak dalam edukasi dan pemantauan ibu hamil di tingkat desa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama empat bulan yaitu bulan Mei – Agustus 2025 dengan melibatkan 10 kader Posyandu aktif. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan pelatihan dan pendampingan pada kader posyandu dalam beberapa tahap, mulai dari penyuluhan, praktik simulasi, hingga evaluasi dan monitoring lapangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas kader posyandu melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan deteksi dini tanda bahaya kehamilan sehingga kegiatan ini dapat memperkuat posisi kader sebagai mitra strategis tenaga kesehatan di lini paling depan yang ada di desa.

 

Kata Kunci: Kader; Posyandu; Bahaya Kehamilan; Edukasi

Abstract

 

The maternal mortality rate (MMR) remains a serious challenge in health development. According to the World Health Organization, in 2020, there were approximately 287,000 maternal deaths due to complications of pregnancy and childbirth. In Indonesia, the MMR was recorded at 220 per 100,000 live births in 2023, still far from the RPJMN target of 183 per 100,000 live births by 2024. One of the main factors causing maternal mortality is the delay in recognizing danger signs during pregnancy. Early detection of pregnancy risks can prevent complications that lead to maternal and infant death. Therefore, the government is promoting the role of Posyandu (Integrated Service Post) cadres as the spearhead in educating and monitoring pregnant women at the village level. This community service activity was carried out over four months, from May to August 2025, involving 10 active Posyandu cadres. The activities included providing training and mentoring to Posyandu cadres in several stages, ranging from counseling and simulation practice to field evaluation and monitoring. Community service activities are ongoing. The results of these activities indicate that increasing the capacity of integrated health post (Posyandu) cadres through educational approaches and hands-on practice is highly effective in increasing knowledge and skills in early detection of pregnancy danger signs. This activity can strengthen the cadres' position as strategic partners for frontline health workers in the village.

 

Keywords: Cadres; Integrated Health Post; Pregnancy Dangers; Education

Published

28-04-2026